#DecilisBorn: Welcome to the World My Baby!

August 16, 2017
Assalamualaikum...
Hy dear...
Finally, hari yang di tunggu-tunggu datang juga! Hari, dimana malaikat kecil ku lahir ke dunia. Oiya, di postingan ini saya mau sharing proses lahiran Decil, mumpung masih fresh banget di otak, dan sekaligus untuk mengenang moment magical tersebut :)
Bagi yang imajinasinya terlalu liar, mungkin akan terbaca mengerikan, so please jangan di bayangin, lha? hahaha.
---


Masuk minggu ke 39, seperti biasa tiap hari sabtu datang ke obgyn untuk kontrol rutin. Nggak seperti biasanya, pas usg terakhir kemarin di cek nya super lengkap! Biasanya cuma cek-cek standar posisi dan berat bayi, tapi kemarin sampai di cek denyut jantung, posisi tali pusar dan periksa panggul (ini agak bikin shock). Alhamdulillah semuanya bagus, dan kepala bayi juga udah mulai masuk panggul.

Hari minggu nya sahabat saya menikah, dan kondisi saya saat itu benar-benar drop! Pusing parah dan mual banget! Rasanya seperti kembali ke saat-saat morning sickness dulu. Di rumah saya dua kali muntah, saat di acara resepsi pernikahan teman saya, saya muntah lagi, saat sampai rumah, saya kembali muntah, ugh! Saat bercerita ke ibu, ibu saya pun bilang kalau dia juga mengalami hal-hal tersebut dua hari sebelum melahirkan saya. Ibu saya pun beranggapan bahwa waktu persalinan saya sudah mendekat.

Dua hari menunggu, Decil belum memberikan tanda-tanda gelombang cinta nya. Selama dua hari ini pun saya mengalami susah tidur, sekalinya tertidur pun pasti saya mimpi buruk, dan akhirnya terbangun, huh!

Selasa malam perut saya mulai mules-mules, namun ternyata mules karena mau BAB hahaha. Entah berapa kali saya buang-buang air saat itu. Di sela-sela diare, saya yang sudah nggak sabar ingin bertemu Decil pun menggoogling "Cara agar cepat melahirkan" LOL! Beberapa tips saya lakukan di tengah-tengah mules-karena-bab. Salah satu tips yang menurut saya sangat berpengaruh adalah JALAN JONGKOK!

Iya, saya selalu jalan jongkok saat selesai pup, dari kamar mandi menuju kamar, saya jalan jongkok sambil mengajak Decil berbicara. Btw, hal tersebut terjadi tengah malam! Suami saya sudah tidur saat itu. Saya sendiri baru bisa tertidur jam setengah dua pagi.

Pukul setengah lima pagi saya terbangun karena perut saya mules lagi, berhubung semalam habis diare, saya fikir diare saya masih berlanjut subuh ini. Namun, tiap saya ke kamar mandi tidak ada pup yang keluar, sedangkan perut saya terus-terusan mules. Saya pun mencoba tracking, dan ternyata saya mules tiap 10 menit sekali! Dokter saya pernah bilang saya harus segera ke rumah sakit kalau sudah mengalami tiga tanda, kontraksi tiap 10 menit sekali, keluar bercak darah, atau keluar air dalam jumlah banyak. Karena cuma mengalami mules, saya masih santai, saat suami saya bangun, saya pun bercerita kalau saya mules tiap 10 menit sekali, dan doi panik dong!

Bangun tidur, mandi, sholat subuh, suami saya pun langsung siap-siap buat ke rumah sakit, bukan ke kantor, padahal saya sendiri aja masih santai dasteran dan menganggap belum waktunya lahiran, karena saya sama sekali tidak menemukan bercak darah ataupun rembesan air ketuban. Awalnya saya kekeh ga mau ke rumah sakit, karena takut di suruh pulang lagi. Suami saya lebih kekeh kalau kita HARUS ke rumah sakit saat itu juga!

Di mobil saya masih nyanyi-nyanyi tiap ada lagu enak, sambil nahan mules tentunya. Suami saya sudah panik berlebihan! Biasanya doi bawa mobil enak banget ini jadi ga enak, ngebut, ngerem mendadak ya pokoknya keliatan panik nya deh!

Sampai rumah sakit sekitar jam setengah tujuh, dan saya masih jalan sendiri dari parkiran sampai di kamar penanganan. Selang beberapa waktu, ada bidan yang masuk untuk mengecek bukaan, dan ternyata saya sudah bukaan tiga! Giling, saya ga percaya banget bahwa saya mau lahiran!!! Bidan tersebut pun melarang saya untuk pulang dan menyuruh suami saya untuk mengurus administrasi di bawah. Jadi lah saya sendiri di kamar menahan mules yang makin lama makin sakit!!

Jam sembilan saya di periksa lagi, sudah memasuki bukaan empat. Mules makin intens! Saat itu ada suster yang masuk dan menyarankan saya untuk jalan-jalan agar rasa sakitnya teralihkan. Saya turutin, tapi ternyata saya ga kuat! Nggak nyampe sepuluh menit jalan, saya dan suami balik ke kamar lagi, hahaha. Jam 11 di periksa lagi sudah bukaan 6. Mules makin intens! 

Ibu dan kakak saya pun datang, ibu saya masuk-masuk kamar sambil menangis dong, bikin saya melow banget!  Meanwhile kakak dan kakak ipar saya ngelucu menggunakan alat-alat medis yang ada di kamar, saya? Teriak-teriak kesakitan kalau mulesnya mulai datang!

Saat itu saya benci banget di pegang! Even saat ibu saya mengelus saya berusaha untuk menenangkan, saya omelin, huhuhu anak durhaka banget! Tapi kalau di pegang rasa sakitnya semakin menjadi jadiiii. Saya cuma mau di pegang sama suami saya, karena kalau sakitnya datang, saya mukulin suami saya, kadang saya gebuk punggungnya, kadang di jambak, kadang saya cubit hahaha, bodo amat! yang bikin saya kesakitan gini kan suami saya, if you know what i mean :p

Masuk jam dua siang, akhirnya saya memasuki bukaan tujuh. Dan mulesnya makin menjadi-jadi dooonngg! Saya teriak-teriakan mulu pokoknya selama satu jam hahaha. Mungkin suster dan bidannya sebel sama teriakan saya yang makin lama makin keras, jam tiga sore, setelah di periksa kembali bukaannya, suster tersebut memutuskan untuk memberikan saya suntikan "pelancar" dan saat melihat makan siang saya tak tersentuh, saya pun mendapatkan infus, biar kuat pas lahiran nanti katanya. Boro-boro mau makan, minum aja suka ga kuat sangking sakitnya :"

Semenjak di berikan suntikan "pelancar" ada satu bidan senior yang datang dan mulai mengobrak-abrik bagian bawah saya, huhuhu. Karena bukaan sudah semakin tinggi tapi ketuban belum pecah, akhirnya bidan tersebut memecahkan ketuban saya secara manual, agak lega rasanya saat ada banyak air yang keluar. Namun, ga hanya sampai di situ, bidan tersebut masih terus mengobrak-abrik bagian bawah saya, sampai akhirnya saya ngentutin dia, LOL! Saya pun tertawa dan minta maaf, tapi ga lama mules pun dateng lagi dan kali ini di barengi rasa pengen ngeden yang luar biasa!

Sebelnya saya nggak boleh ngeden sampai dapat instruksi dari dokter ataupun bidan. Disitu saya makin liar, saya teriak "mau ngedeeeenn, sakiiiiittt! Mas mau ngedeeeeenn" suami saya yang selalu di samping saya pun ikutan teriak, "suster, istri saya mau ngeden nih, tolongin cepetan, susteeeerrr" hahaha bodoh banget kalau di inget-inget lagi XD

Tapi susternya jahat, dia melengos pergi sambil bilang "iya, tahan dulu aja ya". Nggak lama, ada satu suster yang datang membawa alat besar dan di susul tiga suster lainnya, huhuhu saya tau, waktunya pun semakin mendekat! Setelah periksa dalam, suster pun memberikan instruksi "mengeden yang baik" dan saat dia bilang ngeden, saya harus langsung ngeden. Masih teringat jelas di otak saya kejadian tersebut, tapi demi kebaikan pembaca saya skip ya, biar kalian nggak takut :p

Intinya, setelah beberapa lama ngeden Decil nggak keluar juga, salah satu suster keluar dan saat masuk kembali membawa dokter kandungan yang sayangnya bukan dokter kandungan saya,  karena beliau berhalangan hadir :( Dokter tersebut pun memberikan aba-aba saya untuk mengeden, the most epic moment pun terjadi. Saya di suruh ngeden, dokter ambil gunting, cut... cut... Setelah di gunting dua kali, Decil pun lahir, ya Allah rasanya luar biasa lega bangeeeettt :" tidak lama setelah Decil keluar, dokter pun mengeluarkan plasenta saya, selanjutnya saya di bius, dan di jahit.


Iya, pada tanggal 02 Agustus 2017, pukul 15.50 anak saya, terlahir ke dunia. And yes, sekarang Decil sudah berumur dua minggu, Subhanallah, begitu besar karunia tuhan :"

Sebenarnya saat di jahit sama sekali tidak terasa sakit, karena sudah di bius. Tapi saya thermor parah! Seluruh tubuh saya menggigil hebat begitu Decil keluar, hal tersebut menyulitkan dokter saat mau menjahit. Saya terus menggigil sambil menunggu Decil di berikan ke saya, namun setelah cukup lama, suster baru memberikan Decil ke saya. Saat baru keluar Decil tidak menangis dan seluruh tubuhnya biru, oleh karenanya suster merangsang Decil terlebih dahulu baru di berikan ke saya. Sambil menggigil saya menciumnya, namun tidak lama Decil pun di bawa keluar lagi sama suster, karena mereka mau mengontrol kondisi Decil.

Akhirnya semua proses tersebut selesai, hanya ada saya, suami saya dan seorang suster yang sedang membersihkan badan saya. Saya masih terus menggigil hingga akhirnya suster menyelimuti saya dan menyuruh saya untuk tidur. Saya menggigil hebat di karenakan saya kurang tidur dan tidak makan, fisik yang kuat memang sangat di butuhkan saat melahirkan! Saat suami saya keluar untuk mengadzani anak kami, saya pun tertidur dengan kondisi masih menggigil. Padahal kalau kata orang, sehabis melahirkan tidak boleh tidur, biar darah putihnya ga naik ke otak, tapi mau bagaimana lagi? Tenaga saya habis terkuras, dan darah yang mengalir pun masih sangat deras di bawah sana.

Karena terlahir biru dan tidak menangis, dokter menyarankan untuk mengobservasi Decil selama enam jam dahulu baru bisa di berikan kembali ke saya, demi kebaikan Decil kami pun setuju. Long short story, saya baru bisa mendekap, melihat dengan jelas dan mencium anak saya jam 12 malam. Saya merasakan hal yang luar biasa, semua rasa sakit di tubuh saya hilang saat melihat bayi kecil saya ada di samping saya.

Kuasa Allah memang tidak ada duanya. Saya merasakan amat sangat bersyukur karena sudah di berikan rezeki yang begitu besar. Namun, saat ini Decil sedang di rawat, hancur sekali hati saya, mungkin akan saya posting ceritanya di lain waktu. Saya mohon doanya untuk kesembuhan Decil ya :"

Thanks for reading, maaf kalo kepanjangan ceritanya hahaha. 

Oiya, melahirkan itu memang menyeramkan, dan jujur saya nggak pernah merasakan sesakit dan setersiksa itu, tapi buah dari hal tersebut memberikan hasil yang sangat indah. Tapi jujur, saya agak trauma sih, belum mau hamil lagi untuk waktu yang lama!

Sakit, tapi melahirkan normal itu enak banget, hari ke sembilan saya sudah di bonceng motor sama suami saya dooonngg, ke mini market deket rumah doang sih XD XD

PS: Decil itu nama panggilan untuk anak saya sejak masih dalam kandungan, nama aslinya? Rahasiaaa ~ (padahal di IG di share XD)

See you on my next post.
Kisses!

1 comment:

  1. Waaaa cepet bgt udah diposting... aku drafting dr 2 bulan lalu tp blm dipost juga sampe sekarang... blm kelar2 haha. Alhamdulillah after all the pain kamu tetep rasain bahagia dan besarnya syukur atas kehadiran decilmu... 🖤🖤🖤 jadi ibu ternyata bener2 luar biasa yaaa rasanya... mashaAllah ^_^ ✨✨✨ sehat2 terus kamu dan babyyyy !

    ReplyDelete

Thanks for dropping by and read my blog post ^^
Have a good day, kisses !

Powered by Blogger.